Kepemimpinan Politik Lokal dalam Upaya Pelestarian Ketoprak Dor (Studi Tentang Indentitas Budaya Jawa Deli Di Desa Sei Mencirim)
Keywords:
Local political leadership, Cultural Preservation, Ketoprak dor, Cultural identity, Javanese deliAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan politik lokal dalam pelestarian seni pertunjukan Ketoprak Dor sebagai identitas budaya masyarakat Jawa Deli di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Permasalahan utama yang diangkat adalah menurunnya frekuensi pertunjukan Ketoprak Dor dalam tiga tahun terakhir yang berdampak pada menurunnya minat generasi muda serta berkurangnya dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala desa, penggiat seni, serta masyarakat setempat. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan politik lokal memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan Ketoprak Dor melalui kebijakan, fasilitasi, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya partisipasi generasi muda, serta kurangnya inovasi dalam penyajian pertunjukan. Upaya kepala desa untuk menghidupkan kembali tradisi ini antara lain dilakukan dengan menjalin kolaborasi dengan sanggar seni, melibatkan pemuda desa dalam pelatihan seni, serta mengintegrasikan kegiatan budaya ke dalam program kerja pemerintah desa. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan lokal yang visioner, partisipatif, dan adaptif sangat dibutuhkan dalam menjaga kelestarian budaya tradisional agar tetap relevan di era modern
References
Buku
Bass, B. M., dan Bass, M. B. (1985). Leadership and performance beyond expectations. Free Press.
Bass, B. M., dan Riggio, R. E. (2018). Transformational leadership (3rd ed.). Routledge.
Bennett, A. (2020). Community Leadership: A Handbook for Local Leaders
Bourdieu, P. (1984). Distinction: A social critique of the judgement of taste. Harvard University Press.
Budiardjo, M. (2014). Otonomi Daerah dan Demokrasi Lokal di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Butler, J. (1990). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.
Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE.
Dahl, R. A. (2008). Polyarchy: Participation and opposition. Yale University Press.
El Muhtaj, M. (2019). Demokrasi dan hak kultural masyarakat lokal. Medan: FIS Unimed Press.
Halking, D. (2018). Kepemimpinan budaya di masyarakat multikultural. Medan: Pustaka Rakyat.
Hall, S. (2015). Cultural Identity and Diaspora. Dalam P. Williams dan L. Chrisman (Eds.), Colonial Discourse and Post-Colonial Theory (hlm. 242–253). New York, NY: Columbia University Press.
Hall, S. (1990). Cultural identity and diaspora. Dalam J. Rutherford (Ed.), Identity: Community, culture, difference (hlm. 222–237). Lawrence dan Wishart.
Hardani, A. (2020). Kepemimpinan Lokal dan Pelestarian Budaya. Medan: UNIMED Press.
Kouzes, J. M., dan Posner, B. Z. (2023). The leadership challenge: How to make extraordinary things happen in organizations (7th ed.). Wiley.
Mardiyanto, A. (2020). Kepemimpinan politik lokal di Indonesia. Pustaka Pelajar.
Miles, M. B., dan Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE.
Montambeault, F. (2016). The politics of local participatory democracy in Latin America. Stanford University Press.
Nababan, R. (2020). Budaya lokal dan dinamika partisipasi warga. Medan: PPKn Unimed Press.
Northouse, P. G. (2021). Leadership: Theory and practice (9th ed.). SAGE.
Rosenbaum, W. A. (2019). Local political leadership: A comparative perspective. Palgrave Macmillan.
Scott, J. C. (1990). Domination and the arts of resistance: Hidden transcripts. Yale University Press.
Sukardi, M. (2019). Politik lokal dan partisipasi masyarakat. Rajawali Pers.
Sukarno, M. B. (2024). Ndadi: Simbol mistik agama Jawa dalam pegelaran kesenian kuda lumping di Kota Salatiga. Deepublish.
Takari, M., dan Mukhtar, M. (2017). Ketoprak Dor di Sumatera Utara: Analisis pertunjukan, tekstual, dan musik. Universitas Sumatera Utara Press.
Yukl, G. (2012). Leadership in organizations (8th ed.). Pearson.
Jurnal
Azizan, N., Setiawan, D., Hidayat, H., dan Lubis, M. A. (2024). Implementasi model Culturally Responsive Teaching dalam pembelajaran PPKn di SD. Medan: Universitas Negeri Medan.
Naiborhu, T., dan Karina, N. (2018). Ketoprak, seni pertunjukan tradisional Jawa di Sumatera Utara: Pengembangan dan keberlanjutannya. Panggung, 28(4), 1–15.
Perangin-angin, R. B., dan Siahaan, P. G. (2024). Kontribusi pengetahuan tradisional bagi pelestarian budaya masyarakat Karo. Medan: Universitas Negeri Medan.
Setiawan, D., dan Amal, B. (2016). Membangun pemahaman multikultural dan multiagama guna menangkal radikalisme di Aceh Singkil. Medan: Universitas Negeri Medan.
Suyadi, S. (2019). Hibriditas budaya dalam Ketoprak Dor. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 21(2), 191–202. https://doi.org/10.14203/jmb.v21i2.789
Prosiding Konferensi
Tarigan, A. A., dan Dewi, H. (2023). Ketoprak Dor: Representation and aesthetic behavior of the Javanese Deli. Talenta Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA), 6(3), 7–15. https://doi.org/10.32734/lwsa.v6i3.1234
Sumber Online/Website
BKKBN. (2023). Laporan Tahunan BKKBN 2023. Diakses dari https://www.bkkbn.go.id
Butler, J., dan Trouble, M. (1990). (jika diakses versi daring)
Fung, A. (2003). Thinking about empowered participatory governance. Deepening Democracy: Institutional Innovations in Empowered Participatory Governance, 4(3), 1–8.
Tarigan, A. A., dan Dewi, H. (2023). (juga tersedia daring melalui prosiding konferensi)
