Resolusi Konflik Sengketa Lahan Hutan Tanaman Industri (Hti) Di Kampung Mandiangin Kecamatan Minas Kabupaten Siak

  • Tarisa Wulandari Universitas Riau
  • Abdul Sadad
Keywords: Resolution, Conflict, Land dispute

Abstract

Currently, the Indonesian government is still not able to solve the problems of land conflicts that occur in Indonesia. Various conflicts that occur in several areas, one of which is in the concession area of ​​Industrial Planting Forests (HTI). One of the areas where industrial forest land disputes (HTI) are conflicted is Mandiangin Village with private parties such as PT. Eternal Arra. The problem begins with a claim between the community and the private sector. This study uses qualitative research through a phenomenological approach. Data collection in this study used observation, interviews and documentation techniques. Furthermore, using the analysis technique of (Cresswell, 2007). This study uses the Resolution theory proposed by Fisher in (Fina, 2017) namely Negotiation, Mediation, and Arbitration. The results showed that the efforts of KPHP as a third party who had no interest in the two had not yet reached the stage of finding results, because one of the conflicting parties did not follow the course of the process. So that the next stage has not been carried out and the efforts made by KPHP to Mandiangin Village have not been able to run optimally.

References

Busroh, F. F. 2017. Mediasi Sosial Dalam Menyelesaikan Konflik Lahan Milik Masyarakat Adat Di Indonesia. Lex Jurnalica, 14(1), 146053.

Busroh, Firman Freaddy, SH., M. H. 2015. Kebijakan Pemerintah dalam Menyelesaikan Konflik Agraria antara Perusahaan Perkebunan dengan Masyarakat. 1, 113–140.

Creswell, Jhon W. 2016. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Gamin, G., Kartodihardjo, H., Kolopaking, L. M., & Boer, R. (2014). Menyelesaikan konflik penguasaan kawasan hutan melalui pendekatan gaya sengketa para pihak di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lakitan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 29278.

Handoyo. 2015. Resolusi Konflik Di Taman Nasional Tesso Nilo Riau Indonesia : Tinjauan Relasi Pemangku Kepentingan. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan, Dan Perubahan Iklim.

Hidayat, H. 2015. Pengelolaan Hutan Lestari: Partisipasi, Kolaborasi dan Konflik. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Irawan, Y. (2016). Strategi Resolusi Konflik Organisasi Kerjasama Islam (OKI)

dalam Konflik Thailand Selatan.

Nugroho, Susanti Adi. 2019. Manfaat Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa. Vol.1, Jakarta : Prenadamedia Group

Prihatin, P. S., & Syaprianto, S. 2017. Implementasi Kebijakan Dalam Menyelesaikan Konflik (Studi Di Area Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri PT. Sinar Mas Grup) Di Kabupaten Pelalawan. SISI Lain Realita, 2(2), 54-75.

Rahawarin, Y. 2018. Peran Pemerintah Desa Dalam Mengatasi Konflik Masyarakat Dsi Desa Kumo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Administrasi Publik, 4(63).

Reza, Veni (2013). Konflik Majikan dan Pembantu Rumah Tangga di Malaysia.

Rusdiana, A. 2015. Manajemen Konflik. Bandung. Pustaka Setia

Semiawan, C. R. 2010. Metode penelitian kualitatif. Grasindo.

Srikandi, S., & Ubaidullah, U. 2019. Faktor-Faktor Penyebab Konflik dan Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Kecamatan Trumon Timur Dengan PT. Asdal. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 4(1).

Tisa, F. R. (2017). Resolusi Konflik antara Perseroan Terbatas Bangun Nusa Indah Lampung (Pt. Bnil) dengan Masyarakat Serikat Tani Korban Gusuran Bnil (Stkgb) di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2016.

Wandi, A. 2019. Resolusi Konflik Agraria Di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik. Vol 01 No 01 Halaman 1-70. ISSN : 2665-8223

Wirawan. (2010). Konflik dan Manajemen Konflik.

Published
2022-08-01
How to Cite
Tarisa Wulandari, & Abdul Sadad. (2022). Resolusi Konflik Sengketa Lahan Hutan Tanaman Industri (Hti) Di Kampung Mandiangin Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Jurnal Administrasi Politik Dan Sosial, 3(2), 92-102. https://doi.org/10.46730/japs.v3i2.77
View
Abstract viewed = 543
Download
downloaded = 0