Efektivitas Pemanfaatan Dana Bantuan Desa Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Teluk Sasah Kabupaten Bintan

Efektivitas Pemanfaatan Dana Bantuan Desa Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Teluk Sasah Kabupaten Bintan

Authors

  • Dwi Valentina Sihite Universitas Negeri Medan
  • Yakobus Ndona Universitas Negeri Medan
  • Sri Yunita Universitas Negeri Medan
  • Budi Ali Mukmin Universitas Negeri Medan
  • Windawati Pinem Universitas Negeri Medan

Keywords:

Dana Desa, Efektivitas Kebijakan, Kesejahteraan Ekonomi, Masyarakat Nelayan, Pemberdayaan Pesisir

Abstract

Kebijakan dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen fiskal strategis untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan ekonomi di tingkat lokal. Namun, peningkatan alokasi anggaran yang signifikan setiap tahunnya sering kali tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sasaran, khususnya kelompok nelayan tradisional di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas pemanfaatan dana desa terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi administratif, serta wawancara mendalam dengan aparat pemerintah desa dan masyarakat nelayan penerima manfaat. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengintegrasikan Teori Efektivitas Organisasi Richard M. Steers (pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi) dengan tiga prinsip tata kelola keuangan desa berdasarkan regulasi nasional (transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dana desa di Desa Teluk Sasah belum berjalan efektif secara optimal. Output berupa distribusi bantuan alat tangkap fisik (seperti jaring, aki, life jacket, dan kawat bubu) berhasil terlaksana secara administratif-formal. Namun, dari sisi outcome, bantuan tersebut gagal menaikkan pendapatan nelayan akibat ketidakproporsionalan mekanisme distribusi anggaran per kelompok (mismatch nilai kebutuhan) dan ketiadaan program pemberdayaan substantif seperti pelatihan pengolahan pascapanen serta penguatan akses pasar. Dari aspek tata kelola, transparansi dan akuntabilitas masih sebatas pemenuhan administratif-prosedural, sedangkan partisipasi nelayan terjebak pada level tokenisme (sekadar formalitas undangan tanpa pelibatan substantif dalam pengambilan keputusan). Penelitian ini merekomendasikan adanya transformasi paradigma pengelolaan dana desa dari sekadar penyaluran fisik (charity-based) menjadi pemberdayaan berkelanjutan (empowerment-based).

References

Al Habib, M., & Mulyana. (2024). Efektivitas dana desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 15(1), 45–58.

Aminah, S., & Roikan. (2019). Pengantar metode penelitian kualitatif (Edisi Pertama). Prenada Media.

Arianto, B., & Prayetno. (2019). Pemanfaatan dana desa dan kontribusi dana desa terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di daerah kepulauan. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 9(2), 146–155.

Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224.

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.

Dwiyanto, A. (2015). Mewujudkan good governance melalui pelayanan publik. Gadjah Mada University Press.

Hani, M. R., & Noor, M. (2027). Mekanisme pengelolaan alokasi dana desa dalam perspektif open government. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 13(1), 89–101.

Helsa, I., & Panca Bhakti Palu, S. (2022). Penerapan prinsip transparansi pengelolaan keuangan desa: Investigasi di Desa Sambo. Jurnal Bisnis, Manajemen, dan Ekonomi, 3(1), 24–38.

Hidayatullah, S., & Afiqoh, N. W. (2023). Pengaruh transparency, accountability, partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan dana desa. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma), 3(3), 450–462.

Ife, J. (2002). Community development: Community-based alternatives in an age of globalisation. Pearson Education Australia.

Insani, F., Harahap, I., & Syahriza, R. (2024). Analisis pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Perlis. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(3), 156–160.

Jensen, F., Frost, H., & Thomsen, L. (2019). Defining economic welfare in fisheries: Resource rent, producer surplus, and consumer surplus. Marine Policy, 104(3), 118–127.

Khoiriah, S., & Meylina, U. (2017). Analisis sistem pengelolaan dana desa berdasarkan regulasi keuangan desa. Jurnal Hukum dan Kebijakan Publik, 4(1), 76–88.

Kumenaung, A. G. (2021). Efektivitas pemanfaatan dana desa terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sangihe. Jurnal EMBA, 9(2), 297–305.

Liunokas, Z. D., de Rozari, P. E., & Kiak, N. T. (2024). Efektivitas pengelolaan dana desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kuatae. MENAWAN: Jurnal Riset Dan Publikasi Ilmu Ekonomi, 2(3), 102–115.

Mendrofa, B. T. (2018). Analisis penggunaan dana desa dalam meningkatkan pembangunan desa. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 2(2), 134–148.

Moleong, L. J. (2010). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Narwadkar, S. B., Patil, R. V., & Shinde, K. S. (2023). Socio-economic conditions of fishermen community and vulnerabilities in coastal ecosystems. International Journal of Marine Sociology, 11(2), 201–214.

Nugroho, I. D., Pravasanti, Y. A., & Pratiwi, D. N. (2022). Meningkatkan pembangunan fisik desa berdasarkan efektivitas pengelolaan dana desa. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis, 1(3), 118–125.

Putnam, R. D. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press.

Raharjo, M. M. (2018). Pengelolaan dana desa: Akuntabilitas, transparansi, dan responsivitas. Penerbit Gava Media.

Rahim, A., Hastuti, D. R. D., Bado, B., & Astuty, S. (2022). Are social conditions important to increase household income? The case of coastal fishers in Makassar City, Indonesia. Journal of Socioeconomics and Development, 5(2), 179–191.

Rappaport, J. (1984). Studies in empowerment: Introduction to the issue. Prevention in Human Services, 3(2-3), 1–7.

Stevensen, R., Turere, I., Rotinsulu, D. C., & Walewangko, E. N. (2018). Efektivitas dana desa (DD) terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Daerah, 19(2), 54–68.

Sugiarto, H., & Lestari, P. (2022). Analisis proporsionalitas anggaran fisik dan pemberdayaan ekonomi dalam APBDes. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 20(2), 101–114.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Supriadin, S., & Wardan, W. (2024). Efektivitas pemanfaatan dana desa dalam meningkatkan pembangunan ekonomi dan infrastruktur pedesaan. Economica Insight, 1(1), 1–6.

Valentina, R., Putera, R., & Safitri, C. (2020). Analisis pemanfaatan dana desa pada masa pandemi Covid-19 di Nagari Talang Anau. Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin, 2(1), 234–245.

WCED. (1987). Our common future. Oxford University Press.

Zamroni. (2011). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif demokratisasi lokal. Penerbit Ombak.

Additional Files

Published

2026-09-07

How to Cite

Dwi Valentina Sihite, Yakobus Ndona, Sri Yunita, Budi Ali Mukmin, & Windawati Pinem. (2026). Efektivitas Pemanfaatan Dana Bantuan Desa Terhadap Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Teluk Sasah Kabupaten Bintan. Jurnal Administrasi Politik Dan Sosial, 7(2). Retrieved from https://japs.ejournal.unri.ac.id/index.php/JAPS/article/view/612

Most read articles by the same author(s)

Loading...